Wednesday, September 15, 2021

Assalamu'alaikum, semoga hari ini sahabat bloggerku ini sehat semua ya..

MAKALAH CANDI BOROBUDUR

                                        


BABI
PENDAHULUAN
1.1.             Latar Belakang
        Perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan yang mengakibatkan banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan dan kemajuan suatu negara atau bangsa itu akan menantang setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Untuk mengimbangi perubahan kemajuan tersebut, setiap individu perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan dan penddidikan.
Karena itu, pemerintah giat melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan dalam upaya meningkatkan kecerdasan anak bangsa untuk mengimbangi kemajuan zaman.
Tujuan pendidikan tersebut tidak dapat dicapai tanpa dilengkapi dengan ilmu pengetahuan dan sarana pendidikan yang memadai. Demikian pula ilmu pengetahuan tidak dapat berkembang jika hanya dikemukan secara teori, sedangkan praktik serta data sebenarnya tidak diperlihatkan. Maka karya wisata ini merupakan salah satu bentuk usaha secara praktek untuk memperkaya wawasan pengetahuan siswa.
1.2.             Tujuan penelitian.
Adapun tujuan penelitian ini antara lain:
a)       Untuk memenuhi salah satu syarat memenuhi UjianNasional (UN).
b)       Untuk mengembangkan potensi dan minat yang ada pada diri penulis.
c)       Menambah pengetahuan tentang Candi Borobudur.
d)      Untuk melihat aktivitas perekonomian masyarakat sekitar candi Borobudur.
1.3.             Pembatasan Masalah.
Masih banyak masalah yang berhubungan dengan Candi Borobudur, maka dalam hal ini kami membatasi permasalahan mengenai ruang lingkup wilayah sebagai salah satu perekonomian masyarakat di sekitar Candi Borobudur.

1.4.             Hipotesis
Aktivitas perekonomian masyarakat sekitar Candi Borobudur adalah berdagang. Perdagangan itu diakibatkan oleh banyaknya pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan yang banyak berkunjung ke Candi Borobudur.
1.5.             Metode Penelitain dan Teknik Pengumpulan Data.
a)       Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu data kemudian diperoleh antara satu dengan yang diperoleh dari rumusan dan analisa, kemudian disuruh.
b)       Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data-data yang diperlukan, penulis menggunakan teknik dan data sebagai berikut:
·          Observasi, yaitu melihat langsung keadaan Candi Borobudur dan aktivitas masyarakat sekitar.
·          Wawancara, Yaitu mengadakan tanya jawab DENGAN Pemandu Wisata Candi Borobudur Dan shalat Seorang Pedagang pakaian khas
Jogja.
·          Study kepustakaan, yaitu belajar buku-buku yang ada hubungan dengan Candi Borobudur.
1.6.             Sistematika Penelitian.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
1.2. Tujuan Penulisan.
1.3. Pembatasan Masalah.
1.4. Hipotesis.
1.5. Metode Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data.
1.6. Sitematika Penulisan.




      BAB II PEMBAHASAN
2.1. TEORITIS TINJAUAN
2.1.1. Lokasi.
2.1.2. Arti Borobudur
                     2.1.3. Waktu Pemusatan
                     2.1.4. Hilangnya Candi Borobudur
                     2.1.5. Penemuan Kembali
                     2.1.6. Candi Borobudur sebagai Tempat Ibadah Sekaligus Tempat
                                Wisata
2.2. Aktivitas Masyarakat Sekitar Candi Borobudur
BAB III PENUTUP
             3.1. Kesimpulan
             3.2 Saran-saran
3.3 penutup
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PENULIS














BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Tinjauan Teoritis
2.1.1. Lokasi
 Borobudur berada di daerah yang dikenal dengan nama Kedu Selatan. Tepatnya berada di Kecamatan Borobudur, Daerah Tingkat II Kabupaten Magelang, 95 Km dari Ibukota Jawa Tengah, Semarang. Dari Yogyakarta berjaraj 42 Km. untuk mencapai Borobudur telah tesedia angkutan dari kota-kota disekelilingnya. Seperti Muntilan, Purworejo, atau langsung dari Yogyakarta dan Semarang.
Borobudur dibangun diatas bukit kecil yang diratakan. Dikelilingi bukit dan gunung-gunung besar, antara lain:
Sebuah.        Timur: Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.
b.       Barat Laut: Gunung Sumbing dan Gunung Sindiko.
c.        Utara: Tidar yang dikenal dengan sebutan Pakining Tanah Jowo.
d.       Selatan: Pegunungan Menoreh.
Sebelah Timur Candi Borobudur terdapat Candi Pawon dan Candi Mendut. Candi Pawon memiliki bilik dan tidak ada satupun patung didalamnya, sedangkan Candi Mendut merupakan tempat pemujaan.
2.1.2. Arti Borobudur
Berikut nama, arti Candi Borobudur menurut beberapa ahli sejarah:
1.        Soedirman
Dalam bukunya ”BOROBUDUR SALAH SATU KEAJAIBAN DUNIA” menjelaskan bahwa Borobudur berasal dari kata Boro dan Budur, Boro berasal dari bahasa Sansekerta “Vihara” yang artinya komplek candi dan Bihara atau asrama. Sedangkan Budur dalam bahasa Bali “Beduhur” yaitu atas. Jadi, Borobudur berarti asrama bihara yang terletak di atas bukit.
2.        Casparis
Menurutnya arti Borobudur diperoleh berdasarkan prasasti Sri Kahuluan tahun 824 M. dalam prasasti tersebut terdapat nama kuil “Bhumisambhara Budhara”. Jadi, kebenarannya Candi Borobudur adalah bangunan suci umat Budha.

2.1.3.       Waktu didirikan
Candi Borobudur dibangun oleh Wangsa Syailendra pada abad ke-8 dan pertengahan abad ke-9, terkenal sebagai abad keemasan Wangsa Syailendra.
Pada masa tersebut dibangun candi-candi yang berada dilereng-lereng gunung berdiri bangunan Hindu, sedangkan yang bertebaran didataran adalah bangunan Budha.
2.1.4.       Hilangnya Candi Borobudur
Sejak dibangun pada awal abad ke-8, Borobudur menjadi pusat penelitian dan pembangunan agama Budha. Seluruh rangkaian relief Borobudur berisi ajaran-ajaran agama Budha. Pada zaman itu Borobudur menjadi pusat perhatian dan dipuja sebagai bangunan suci. Namun itu tidak lama. Bersamaan dengan surutnya agama Budha, Borobudur ditinggal para pemeluknya. Setelah dinasti Syailendra lenyap, Borobudur tak ada kabar beritanya. Berabad-abad Borobudur kegelapan kegelapan, tidak ada tulisan atau berita mengenai Borobudur.
Borobudur tak terurus, bekas abu letusan gunung berapi menyelimuti Borobudur. Kemudian rumput dan pohon-pohon kecil mulai tumbuh. Pada akhirnya Borobudur menjadi gundukan semak belukar semak belukar. Menjadi tempat angker orang-orang takut untuk mendekat.
2.1.5.       Penemuan Kembali.
Pada awal abad ke-19, muncul lagi berita mengenai Borobudur. Waktu Inggris menguasai Jawa, Gubernur Jendral Inggris yang bernama Sir Stamford Raffles. Selama tahun 1811 sampai dengan tahun 1815, Raffles menerima laporan tentang keberadan candi besar, candi itu semak semak belukar.
Raffles lalu mengutus seorang perwiranya bernama HC Cornelius untuk mengunjungi candi besar itu, ternyata adalah Borobudur. Semak dibersihkannya, maka tampaklah sebuah candi besar dengan patung-patung Budha yang banyak sekali. Keadaan candi memang benar. Banyak bagia-bagian yang runtuh, banyak pula patung rusak, kepalanya patah, dan lengannya buntung
Sayang pemerintahan Inggris tak lama. Penelitian dan usaha memperbaiki Borobudur terbengkalai lagi. Namun sejak itu Borobudur mulai diperhatikan, dengan dibukanya oleh Raffles itu, banyak orang mengunjungi Borobudur.

2.1.6.       Candi Borobudur sebagai Tempat Ibadah Sekaligus Tempat Wisata.
Borobudur adalah lambang suci agama Budha. Selain itu juga menjadi lambang kebesaran dan kejayaan raja yang membangunnya. Kebesaran sebuah candi menunjukan kebesaran kekuasaan dan bakti raja kepada agamanya. Sebagai bangunan suci, Borobudur mempunyai fungsi:
Sebuah.        Lambang suci agama Budha.
b.       Monumen peringatan dan penghormatan kepada sang Budha.
c.        Tempat peribadatan agama Budha.
d.       Tempat menyimpan relief, yaitu benda-benda suci peninggalan dari sang Budha atau para bhiksu yang ternama.
Namun, dengan seiringnya perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan, Borobudur kini tidak digunakan sebagai tempat suci umat Bhuda saja tetapi fungsi Candi Borobudur sekarang antara lain:
Sebuah.          Menjadi salah satu daerah tujuan wisata bersejarah Internasional yang mampu menyumbangkan devisa negara.
b.         Sebagai pusat ilmu pengetahuan kepurbakaal dengan dibangunnya pusat Study Borobudur.
c.          Sebagai lahan usaha atau lapangan kerja bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur.
Maka jelaslah bahwa keberadaan Candi Borobudur sebagai tempat abadah hampir tergantikan posisinya menjadi tempat wisata dan tempat penelitian. Sebab pada zaman dulu Borobudur menjadi pusat upacara pemujaan pada setiap bulan purnama di bulan Mei dan dilangsungkan dengan upacara Waisak.
2.2.        Aktivitas Masyarakat Sekitar Candi Borobudur
Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, membuat masyarakat di sekitar candi menggunakan kesempatan tersebut untuk berwiraswasta dengan cara menjual hasil-hasil kerajinan tangan buatanya dilokasi sekitar candi.
Menurut  Eeng Ahmad MS  dalam bukunya Ekonomi untuk Kelas 3 penghargaan ”  Perdaganganadalah kegiatan tukar menukar atau transaksi jual beli antara 2 pihak atau lebih”  (Eeng Ahmad MS2002: 16). Dalam hal ini akan timbul interaksi antara penjual dan pembeli yang sering disebut dengan permintaan dan penawaran. Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga. Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada tingkat harga dan situasi tertentu.
Faktor yang mempengaruhi pendapatan para pedagang menurut salah seorang pedagang baju khas Yogya yaitu mbak Murtini adalah tergantung pada banyaknya pengunjung yang datang, dan keadaan sepeerti yang didasarkan oleh musim. Misalnya musim liburan, pertengahan tahun, dan musim anugerah hari besar terasa perubahannya.
Namun, ada juga faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan yaitu:
Sebuah.        Jenis barang yang ditawarkan.
Dengan beraneka jenis barang yang ditawarkan jenisnya homogen. Mulai dari pakaian, cenderamata berupa lukisan, gantungan kunci, kipas, manik-manik dan banyak lagi yang lainnya.
b.       Teknik Pemasaran.
Pelayanan terhadap konsumen khususnya pedagang kecil mungkin belumlah cukup baik, sehiangga budaya kurang memperhatikan kepentingan, kenyamanan dan kesehatan para konsumen. Teknik pemasaran yang mereka lakukan terhadap konsumen biasa saja. Ada yang pelayanannya ramah dan ada juga yang kurang ramah, tergantung pada karakter penjual itu sendiri.

c.        Lokasi
Lokasi yang strategis menjadi peluang emas bagi para pedagang untuk mengeruk keuntungan yang sebeser-besar. Namun hal itu juga terimakasih oleh tidaknya pengunjung.
d.       Musi kunjungan
Musim kunjungan merupakan faktor yang cukup penting, karena dengan adanya perubahan akan mempengaruhi para pengunjung. Misalnya pada musim liburan akan meningkat, pendapatan pedagangpun akan bertambah, begitu pula sebaliknya.

Selain perdagangan tadi, banyak pula pedagang jasa, di antaranya:
1.                      Penyedia Kebutuhan Pengunjung
Dapat diambil contoh hotel yang berdiri disekitar obyek wisata. Demikian juga restoran yang dapat dijumpai dengan tingkatan yang beragam, selain itu sarana telekomunikasi dan jasa pemandian umum.
2.                      Penyedia Kebutuhan Transportasi
Dapat diambil contoh travel, angkutan umum, ojek bahkan becak.
Penjualan jasa itu merupakan pendukung perekonomian dan perdagangan sekitar Candi Borobudur.
 Selain itu juga ada fasilitas lain yang telah disediakan yaitu berupa orang yang datang ke tempat wisata. Setiap rombongan sekolah maupun wisatawan lain yang memerlukan informasi tentang candi Borobudur selalu didampingi oleh seorang hadirin wisata. Tetapi untuk tiap sekolah yang jumlah muridnya sangat banyak, sebuah wisata itu masih dirasakan kurang, karena dengan menyampaikan informasi yang kurang cepat dan tidak begitu jelas terdengar, membuat informasi yang kami terima sangat sempurna.
Khusus dalam bidang perdagangan, penawaran yang mereka ajukan cukup beragam, ada yang sopan dan ada juga yang-maksa. Mungkin perbedaan itu yang membuat mereka mampu bertahan dengan persaingan yang semakin ketat.
Permintaan yang diajukan pengunjung beraneka ragam, ada yang terus minta harga yang murah hingga akhirnya membuat jengkel para penjual. Ini menunjukan adanya interaksi yang baik antara penjual dan pembeli yang menunjukkan adanya saling membutuhkan.


Wednesday, December 2, 2020

KEAJAIBAN DUNIA ASAL PULAU JAWA INDONESIA

KEAJAIBAN DUNIA ASAL PULAU JAWA 


Assalamu'alaikum sista, hari ini aku mau riview tentang fenomena alam di negara tercinta kita Indonesia yaitu Candi Borobudur.
Tahun kemarin kan keluargaku ikut study tour kesana besama dengan SDN Pasirjati-Cilumba Tasikmalaya.
Para siswa disini sangatlah antusias untuk pergi kesana di karenakan pemandangannya sangatlah bagus dan banyak sekali tempat yang dapat di kunjungi.
Berikut sedikit pengertian tentang candi borobudur, simak selengkapnya ya..

CANDI BOROBUDUR


Chandi Budha ini terletak di Borobudur, Magelang Jawa Tengah Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 kilo meter di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut Agama Budha Mahayana, sekitar tahun 800-san Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-9, Candi Borobudur sekarang menjadi magnet yang mampu menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Untuk itu pelajar di tempat kami memilih berwisata ke tempat ini.

Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 archa Budha Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Budha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur dan memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kamadhatu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya para peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam.  Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Rafless, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran (perbaikan kembali). Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun waktu 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun Umat Budha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waishak.  Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.


Bacalah artikel lain tentang Borobudur ya di artikelku selanjutnya karena masih banyak  penemuan aneh lainnya di balik sejarah candi Borobudur ini.



Thursday, March 24, 2016

MAKALAH TENTANG CANDI PRAMBANAN



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
B.     Tujuan Penyusun Karya Tulis
C.     Sistematika Penulisan
D.    Ruang Lingkup

BAB II ISI

A.    Sejarah Singkat
B.     Deskripsi Bangunan

1.      Candi Siwa
a.      Arca Siwa Mahadewa
b.      Arca Siwa Maha Guru
c.       Arca Ganesha
d.      Arca Durga atau Loro Jonggrang

2.      Candi Brahma
3.      Candi Wisnu
4.      Candi Nandi
5.      Candi Angsa
6.      Candi Garuda
7.      Candi Apit
8.      Candi Kelir
9.      Candi Sudut

CANDI-CANDI LAIN DI SEKITAR PRAMBANAN

1.       Candi Lumbung, Brubah dan Sewu
2.       Candi Plaosan
3.       Candi Boko (Keraton Ratu Boko)
4.       Candi Banyunibo
5.       Candi Kalasan
6.       Candi Sambisari
7.       Candi Sari

BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
B.       SARAN-SARAN





KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb

Segala puja dan puji syukur pada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. Sehingga semua bias melaksanakan kewajiban kami, yaitu Studi Wisata ke “ ISTANA PRESIDEN YOGYAKARTA” dengan selamat tanpa ada halangan apapun. Dan kami bersyukur karena dapat memperoleh bahan untuk menyusun karya tulis ini dengan baik, karya tulis ini di tulis sebagai syarat untuk menempuh EBTANAS dikelas 3 / Sembilan nantinya. Yang dilaksanakan pada tahun  2011 / 2012. Semoga laporan karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca sebagai pengetahuan.
Dengan karya tulis ini kami mengucapkan terimakasih kepada :
1.      Bapak Sudaryanto, S.Pd selaku Kepala sekolah SMP Negeri 2 Puring
2.      Bapak Slamet, S.Pd selaku pembimbing karya tulis kami dan guru bahasa Indonesia
3.      Ibu Rina MuL, S.Pd selaku Wali kelas VIII C
Tidak lupa Bapak / Ibu guru serta staf yang telah member semangat serta mendampingi kami dari awal sampai akhir studi wisata ini.dan teman –teman serta rekan rekan yang telah membantu kami.
Kami yang masih belajar dan kemampuan kami yang terbatas sehingga dalam penulisan karya tulis ini masih kekurangan / kekeliruan kami mohon maaf, saran dan kritik yang membangun kami harapkan agar lebih baik.

Wassalamu’alaikum wr. Wb















BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Tugas bagi siswa dalam belajar bahasa dan sastra Indonesia salah satunya adalah pembuatan laporan hasil karya wisata study wisata.
Pembuatan karya tulis study wisata  ini bertujuan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang tempat-tempat bersejarah  di objek wisata Candi Prambanan.
Team pembuatan karya tulis kami juga tidak lupa mengucapkan puji syukur  kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyusun karya tulis ini.

B.     TUJUAN PENYUSUN KARYA TULIS
Tujuan penyusunan karya tulis ini adalah :
1.      Mengenal dan menambah pengetahuan tentang tempat-tempat bersejarah di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya candi Prambanan.
2.      Memotivasi generasi muda untuk mencintai seni budaya bangsa indonesia
3.      Mengetahui sejarah tentang asal mula dibangunnya candi prambanan dan candi-candi disekitarnya
4.      Menumbuhkan minat generasi muda terhadap sejarah melalui penelitian benda-benda bersejarah.
5.      Dapat menghargai tokoh pahlawan terdahulu

C.    SISTEMATIKA PENULISAN
Penulisan karya tulis ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang :
a. Latar Belakang Masalah
b. Tujuan Penyusunan
e. Sistematika Penulisan
d. Ruang lingkup
BAB III PENUTUP
Berisi tentang :
a. Kesimpulan
b. Saran – saran


D.    RUANG LINGKUP
Dari hasil study wisata SMP Negeri 2 Puring ke “CANDI PRAMBANAN” Yogyakarta.
Di dalam obyek wisata candi prambanan  terdapat beberapa candi utama dan candi candi lain yaitu :
a.       Candi Siwa
b.      Candi Brahma
c.       Candi Wisnu
d.      Candi Nandi
e.       Candi Ansa
f.       Candi Apit
g.      Candi Garuda
h.      Candi Kelir
i.        Candi Sudut

Adapun candi-candi lain di sekitar Candi Prambanan yaitu :

1.         Candi Lubung, Bubrah dan Sewu
2.         Candi Plaosan
3.         Candi Boko
4.         Candi Banyunibo
5.         Candi kalasan
6.         Candi Sambisari
7.         Candi Sari


BAB II
ISI

A.    SEJARAH SINGKAT
Candi Prambanan merupakan candi hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti Sanjaya pada abad IX, ditemukanya tulisan nama pikatan pada candi ini yang menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan kemudian diselesaikan oleh raja Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M “Prasasti Siwargiha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukan sebagai raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan Mataram ke Jawa Timur berkaitan tidak terawatnya candi di daerah ini di tambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali letusan gunung merapi menjadikan candi prambanan runtuh tinggal puing-puing batu yang berserakan.
Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran Candi induk Loro Jonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Dr. Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia Pertama.
Komplek percandian prambanan terdiri atas bawa, latar tengah dan latar atas (Latar Pusat) Latar bawah tak berisi apapun. Didalam latar tengah terdapat reruntuhan candi-candi parawa. Latar pusat adalah latar terpenting diatas berdiri 6 buah candi besar dan kecil. Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang paling berhadapan.
Deret pertama yaitu candi Siwa, candi Wisnu, dan candi Brahma. Deret kedua yaitu candi Nandi, candi Angsa dan candi Garuda. Pada ujung lorong yang memisah kedua deretan candi tersebut terdapat candi apit secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi.

B.     DESKRIPSI BANGUNAN
Deskripsi bangunan percandian prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang makin ke arah dalam makin tinggi tempatnyaberturut-turut luasnya 390 m2 ,222 m2, dan 110 m2. Di dalam latar tengah terdapat reruntuhan candi Perwara. Apabila seluruhnya telah selesai di Pugar, maka aka nada 224 buah candi yang ukuranya sama yaitu luas dasar 6 m2 dan tingginya 14 m. candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Brahma. Deret kedua yaitu Candi Nandi, Candi Angsa, Candi Garuda. Di ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi tersebut terdapat candi apit. Delapan candi lainya disebut candi Sudut. Secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi.




1.      Candi Siwa
Candi dengan luas dasar 34 Meter Persegi dan tinggi 47 meter adalah yang terbesar dan terpenting. Dinamakan candi siwa karena di dalamnya terdapat  arsa SIWA MAHA DEWA yang merupakan arca terbesar.bangunan ini di bagi atas 3 bagian secara vertical kakitubuh dan kepala / atap, kaki candi menggambarkan “DUNIA BAWAH” tempat manusia yang masih diliputi hawa nafsu, tubuh candi menggambarkan “DUNIA TENGAH” tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawian dan atap melukiskan “DUNIA ATAS” tempat para dewa. Gambar kosmos Nampak pula dengan adanya arca dewa-dewa dan mhluk surgawi yang menggambarkan gunung  Mahameru (G. Everest di India) tempat para dewa. Percandian Prambanan merupakan replica gunung, itu terbukti adanya arca-arca dewa lokapala yang terpahat pada kaki candi Siwa. Empat pintu masuk pada candi itu sesuai dengan ke empat arah mata angin.
Pintu utama menghadap ke timur dengan pintu masuknya yang terbesar. Di kanan kirinya berdiri 2 arca raksasa penjaga dengan membawa gada yang merupakan manifestasi dari Siwa. Di dalam candi terdapat 4 ruangan yang menghadap ke empat arah mata angin dan mengelilingi ruangan terbesar yang ada di tengah-tengah. Kamar terdepan kosong, sedangkan ketiga kamar lainya masing-masing berisi arca-arca  : Siwa Maha Guru, Ganesha, dan Durga. Dasar kaki candi di kelilingi selasar yang di batasi oleh pagar langka. Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief  cerita Ramayana yang dapat di ikuti dengan cara Pradaksira (Berjalan searah jarum jam) yang di mulai dari pintu utama. Hiasan-hiasan pada dinding sebelah luar berupa “Kinari –Kinari” ( Mahluk bertubuh burung berkepala manusia) “Kalamakara” (kepala raksasa yang lidahnya berwujud sepasang mitologi) dan mahluk surgawi lainya. Atap candi bertingkat-tingkat dengan susunan yang amat komplek, yang masing-masing di hiasi sejumlah “Ratna”dan puncaknya terdapat “Ratna”  Terbesar.

a.      Arca Siwa Mahadewa
Menurut ajaran trimurti – Hindu. Yang paling dihormati adalah dewa Brahma sebagai pencipta alam, kemudian Dewa Wisnu sebagai pemelihara, dan Dewa Siwa sebagai perusak alam, tetapi di india maupun Indonesia Siwa adalah yang paling terkenal, karenanya ada yang menghormatinya sebagai mahadewa. Arca ini mempunyai tinggi 3 meter berdiri di atas landasan batu setinggi 1 meter. Di antara kaki arca dan landasanya terdapat batu Bundar berbeentuk bunga teratai. Arca ini menggambarkan Raja Balitung tanda-tanda sebagai Siwa adalah tengkorak di atas bulan sabit pada mahkotanya, mata ketiga pada dahinya, bertangan 4 berselempangkan ular kulit harimau di pinggangnya serta senjata trisula pada sandaran arcanya. Tangan-tanganya memegang kipas, tasbih, tunas bunga teratai dan benda bulat sebagai benih alam semesta. Raja Balitung di kenal sebagai penjelmaan siwa sehingga setelah wafat dicandikan sebagai siwa oleh keturunan dan rakyatnya.

b.      Arca Siwa Maha Guru
Arca ini berwujud seorang tua yang berjanggut yang berdiri dengan perut gendut, tangan kananya memegang tasbih, tangan kiri memegang kendi dan bahunya terdapat kipas. Semuanya adalah tanda-tanda seorang pertapa. Tri sula yang terletak di sebelah kanan belakangnya menandakan senjata khas siwa arca ini menggambarkan seorang pendeta alam dalam istana Raja Balitung sekaligus seorang nasehat dan guru, karena besar jasanya dalam menyebarkan agama Hindu-Siwa, maka dia di sebut salah satu aspek bentuk dari siwa.

c.       Arca Ganesha
Arca ini berwujud manusia berkepala gajah bertangan 4 yang sedang duduk dengan perut gendut. Tangan-tangan belakangnya memegang tasbih dan kampak sedangkan tangan-tangan depanya memegang patahan gadingnya sendiri dan sebuah mangkuk. Ujung belalainya di masukan kedalam mangkuk itu yang menggambarkan bahwa ia tak pernah puas meneguk ilmu pengetahuan. Penghalau segaka kesulitan pada mahkotanya terdapat tengkorak dan bulan sabit sebagai tanda bahwa ia anak siwa dan uma istrinya. Arca ini menggambarkan putra mahkota sekaligus panglima perang Raja Balitung.

d.      Arca Durga atau Loro Jonggrang
Arca ini berwujud seorang wanita bertangan 8 yang memegang beraneka ragam senjata cakra, gada, anak panah, ekor banteng, sankha, perisai, busur panah dan rambut berkepala raksasa Asura. Ia berdiri di atas Banteng Nandi dalam sikap “TriBangsa” (Tiga Gaya Gerak yang membentuk Tiga lekukan tubuh ) banteng nandi sebenarnya jelmaan dari Asura yang menyamar dugar berhasil mengalahkanya dan menginjaknya sehingga dari mulutnya keluarlah asura yang lalu ditangkapnya. Ialah salah satu aspek dari “SAKTI” (isteri) Siwa. Menurut mitologi ia tercipta dari lidah-lidah api yang keluar dari tubuh para dewa. Durga adalah dewi kematian maka arca ini menghadap ke utara yang merupakan mata angin kematian. Sebenarnya arca ini sangat indah bila dilihat dari kejauhan Nampak seperti hidup dan tersenyum namun hidungnya telah dirusak oleh tangan-tangan jail. Arca ini menggambarkan permaisuri raja balitung.









2.      CANDI BRAHMA
Luas dasarnya 20 meter persegi dan tingginya 37 meter. Di dalam satu-satunya ruangan yang ada, berdirilah arca brahma berkepala 4 dan bertangan 4. Arca ini sebenarnya sangat indah tetapi sudah rusak salah satu tangannya memegang tasbih yang satunnya lagi emmegang “kamandalu” tempat air. Ke empat wajahnya menggambarkan ke empat kitab suci Weda masing-masing menghadap ke arah mata angin. Ke empat lengannya menggambarkan ke empat arah mata angin. Sebagai pencipta ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air. Tasbih menggambarakan waktu dasar kaki candi juga di kelilingi oleh selasar yang di batasi pagar langkah dimana pada dinding langkah ceritera Ramayana dan Relief serupa pada candi siwa sehingga tamat.

  1. CANDI WISNU
Bentuk ukuran relief dan hiasan dindingnya sama dengan candi Brahma. Di dalam satu-satunya ruangan yang ada berdirilah arca wisnu bertangan 4 yang memegang gada, cakra, tiram pada dinding langkah sebelah dalam terpahat relief cerita kresna sebagai “Avatar” atau penjelmaan wisnu dan balamara (Baladewa) kakanya.

  1. CANDI NANDI
Luas dasarnya 15 meter persegi dan tingginya 25 meter. Di dalam satu-satunya ruangan yang ada terbaring arca seekor lembu jantan dalam sikap merderka dengan panjang  +  2 meter. Di sudut belakangnya terdapat arca dewa candra, candra yang bermata tiga berdiri di atas kereta yang ditarik oleh 7 ekor kuda. Candi ini sudah runtuh.

  1. CANDI ANGSA
Candi ini mempunyai satu ruangan yang tak berisi apapun. Luas dasarnya 13 m2 dan tingginya 22 m. mungkin ruangan ini hanya di pakai untuk kandang angsa hewan yang biasa di kendarai oleh Brahma.

  1. CANDI GARUDA
Di dalam satu-satunya ruangan yang ada, terdapat area kecil yang berwujud seekor garuda diatas seekor naga, Garuda adalah kendaraan Wisnu.

7.      CANDI APIT
Luas dasarnya 6 m2 dengan tinggi 16 m. ruangan ini kosong mungkin candi ini di gunakan untuk bersemedi sebelum memasuki candi-candi induk.

  1. CANDI KELIR
Luas dasarnya 1, 55 m2 dengan tinggi 4,10 m. Candi ini tidak mempunyai tangga masuk. Fungsinya sebagai penolak bala.

  1. CANDI SUDUT
Luas dasarnya 1,55 m2 dengan tinggi 4,10 m.

C.    CANDI-CANDI LAIN DI SEKITAR PRAMBANAN

1.       CANDI LUMBUNG, BRUBAH dan SEWU
Ketiga candi budha ini tinggal reruntuhan kecuali candi sewu yang masih bias dinikmati keindahanya. Candi ini terletak dalam Komplek Candi Prambanan

2.       CANDI PLAOSAN
Candi ini dibangun pada abad 9 Masehi oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah kepada permaisuri. Kelompok candi Plaosan utara terdiri atas 2 candi induk, 58 parawa, 126 buah stupa. Kelompok candi Plaosan selatan hanya berupa sebuah candi. Halaman candi induk terbagi 2 yang masing-masing diatasnya berdiri atas untuk tempat tinggal pada pendeta budha dan tingkat bawah untuk kegiatan keagamaan.

3.       CANDI BOKO (Keraton Ratu Boko)
Letaknya + 3 km kearah selatan dari percandian prambanan, terdiri dari atas bukit kidul yang merupakan lanjutan dari pegunungan seribu dengan pemandangan alam yang permai disekitarnya bangunan ini sangat unik, dan lebih mengesankan sebuah keratin. Diperkirakan Balaputera Dewa dari denasti syailendra yang beragama budha. Mendirikanya pada pertengahan 9 masehi sebagai benteng pertahanan yang strategis terhadap Rakai Pikatan.

4.       CANDI BANYUNIBO
Candi ini terletak + 200 m kearah tenggara dari candi Boko terdiri atas sebuah lembah “Banyu berarti air” nibo berarti jatuh menetes yang bermakna bagi lingkungan masyarakat Jawa. Candi budha ini didirikan pada abad 9 masehi. Arca-arca bodhisatwa terpahat pada dinding luarnya dinding ini dihias dengan indah Biara Budha yang dibangun pada + abad 8 Masehi ini terletak pada sisi kiri jalan raya Yogya – Solo, masuk + 500 m ke arah utara. Bangunan ini merupakan kumpulan dari candi yang hilang.

5.       CANDI KALASAN
Peninggalan agama tertua adalah candi ini didirikan oleh penangkaran, Raja kedua dari kerajaan mataram kuno pada abad 8 masehi sebagai persembahan kepada Dewi Tara Lengkung “Kalamakara dengan hiasan khayangan diatasanya terdapat di pintu masuk begitu indah. Keindahan hiasan dan relief-reliefnya disebabkan oleh penggunaan sejenis semen kuno “Bajralepa” candi ini dianggap permata kesenian Jawa Tengah.
6.       CANDI SAMBISARI
Setelah terpendam selama berabad-abad karena letusan gunung berapi pada bulan juli 1966 ditemukan kembali secara kebetulan oleh seorang pentane yang tengah mengerjakan sawahnya. Pada tahun 1986 telah selesai pugar keunikanya  ia terletak 6,5 m di bawah permukaan tanah dan tidak mempunyai kaki candi yang sebenarnya. Bangunan terdiri atas sebuah candi induk dan 3 candi pewarna yang tidak bertubuh maupun berkaki . pada sisi-sisi luar dinding candi induknya terdapat relung-relung yang  berisi arca-arca. Didalam ruangannya terdapat Lingga dan Yoni, kedua aspek dari siwa. Kesatuanya melambangkan totalitas dan kesuburan.

7.       CANDI SARI
“Sari” berarti indah/cantik sesuai bentuknya yang ramping. Mungkin karena keindahannya yang menarik perhatian Ia dinamakan demikian karena puncak atap berhias 9 stupa.


BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas rahmat serta hidayahnya kami diberi keselamatan dan dapat menyelesaikan pembuatan laporan karya tulis tentang Candi Prambanan tanpa halangan suatu apapun. Yang terletak persis di perbatasan Propinsi Jawa Tengah + 17 Km kea rah timur dari kota Yogyakarta.
Daerah ini merupakan daerah yang mempunyai banyak sejarah sehingga tidak heran banyak wisatawan asing yang ingin mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah Istimewa Yogyakarta terutama di candi Prambanan yang berdiri di sebelah timur sungai Opak + 200 m sebelah utara Yogya – Solo.

B.       SARAN-SARAN
Setelah kami berkunjung ketempat rekreasi itu, kami mempunyai sedikit saran untuk tempat rekreasi yang menyenangkan antara lain  saran-saran kami :
1.      Datangilah tempat-tempat bersejarah yang ada didaerah Istimewa Yogyakarta agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejara-sejarah dan seni budaya Indonesia.
2.      Sebagai generasi penerus bangsa kita harus bergotong-royong menjaga keindahan alam  kita.
3.      Kami mengharapkan kerapihan dan kebersihan di Candi Prambanan tetap terjaga