DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
B.
Tujuan Penyusun Karya Tulis
C.
Sistematika Penulisan
D.
Ruang Lingkup
BAB II
ISI
A. Sejarah Singkat
B. Deskripsi Bangunan
1.
Candi Siwa
a.
Arca Siwa Mahadewa
b.
Arca Siwa Maha Guru
c.
Arca Ganesha
d.
Arca Durga atau Loro Jonggrang
2.
Candi Brahma
3.
Candi Wisnu
4.
Candi Nandi
5.
Candi Angsa
6.
Candi Garuda
7.
Candi Apit
8.
Candi Kelir
9.
Candi Sudut
CANDI-CANDI LAIN DI SEKITAR
PRAMBANAN
1.
Candi Lumbung, Brubah dan Sewu
2.
Candi Plaosan
3.
Candi Boko (Keraton Ratu Boko)
4.
Candi Banyunibo
5.
Candi Kalasan
6.
Candi Sambisari
7.
Candi Sari
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. KESIMPULAN
B.
SARAN-SARAN
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wr. wb
Segala puja dan puji syukur pada Tuhan yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. Sehingga semua bias melaksanakan
kewajiban kami, yaitu Studi Wisata ke “ ISTANA PRESIDEN YOGYAKARTA” dengan
selamat tanpa ada halangan apapun. Dan kami bersyukur karena dapat memperoleh
bahan untuk menyusun karya tulis ini dengan baik, karya tulis ini di tulis
sebagai syarat untuk menempuh EBTANAS dikelas 3 / Sembilan nantinya. Yang
dilaksanakan pada tahun 2011 / 2012.
Semoga laporan karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca sebagai pengetahuan.
Dengan
karya tulis ini kami mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Sudaryanto, S.Pd selaku Kepala
sekolah SMP Negeri 2 Puring
2. Bapak Slamet, S.Pd selaku pembimbing
karya tulis kami dan guru bahasa Indonesia
3. Ibu Rina MuL, S.Pd selaku Wali kelas
VIII C
Tidak lupa Bapak / Ibu guru serta staf yang telah member
semangat serta mendampingi kami dari awal sampai akhir studi wisata ini.dan
teman –teman serta rekan rekan yang telah membantu kami.
Kami yang masih belajar dan kemampuan kami yang terbatas
sehingga dalam penulisan karya tulis ini masih kekurangan / kekeliruan kami
mohon maaf, saran dan kritik yang membangun kami harapkan agar lebih baik.
Wassalamu’alaikum
wr. Wb
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG MASALAH
Tugas bagi siswa dalam belajar
bahasa dan sastra Indonesia salah satunya adalah pembuatan laporan hasil karya
wisata study wisata.
Pembuatan karya tulis study
wisata ini bertujuan untuk menambah
wawasan ilmu pengetahuan tentang tempat-tempat bersejarah di objek wisata Candi Prambanan.
Team pembuatan karya tulis kami juga
tidak lupa mengucapkan puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyusun karya tulis ini.
B.
TUJUAN PENYUSUN KARYA TULIS
Tujuan penyusunan karya tulis ini adalah :
1.
Mengenal
dan menambah pengetahuan tentang tempat-tempat bersejarah di Daerah Istimewa
Yogyakarta khususnya candi Prambanan.
2.
Memotivasi
generasi muda untuk mencintai seni budaya bangsa indonesia
3.
Mengetahui
sejarah tentang asal mula dibangunnya candi prambanan dan candi-candi
disekitarnya
4.
Menumbuhkan
minat generasi muda terhadap sejarah melalui penelitian benda-benda bersejarah.
5.
Dapat
menghargai tokoh pahlawan terdahulu
C. SISTEMATIKA
PENULISAN
Penulisan karya tulis ini disusun dengan sistematika sebagai
berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang :
a. Latar Belakang Masalah
b. Tujuan Penyusunan
e. Sistematika Penulisan
d. Ruang lingkup
BAB III PENUTUP
Berisi tentang :
a. Kesimpulan
b. Saran – saran
D. RUANG
LINGKUP
Dari hasil study wisata SMP Negeri 2 Puring ke “CANDI
PRAMBANAN” Yogyakarta.
Di dalam obyek wisata candi prambanan terdapat beberapa candi utama dan candi candi
lain yaitu :
a. Candi Siwa
b. Candi Brahma
c. Candi Wisnu
d. Candi Nandi
e. Candi Ansa
f. Candi Apit
g. Candi Garuda
h. Candi Kelir
i.
Candi
Sudut
Adapun candi-candi lain di sekitar Candi Prambanan yaitu :
1.
Candi
Lubung, Bubrah dan Sewu
2.
Candi
Plaosan
3.
Candi
Boko
4.
Candi
Banyunibo
5.
Candi
kalasan
6.
Candi
Sambisari
7.
Candi
Sari
BAB II
ISI
A. SEJARAH
SINGKAT
Candi Prambanan merupakan candi
hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti Sanjaya pada abad IX, ditemukanya
tulisan nama pikatan pada candi ini yang menimbulkan pendapat bahwa candi ini
dibangun oleh Rakai Pikatan kemudian diselesaikan oleh raja Rakai Balitung
berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M “Prasasti Siwargiha” sebagai manifest
politik untuk meneguhkan kedudukan sebagai raja yang besar. Terjadinya
perpindahan pusat kerajaan Mataram ke Jawa Timur berkaitan tidak terawatnya
candi di daerah ini di tambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali letusan
gunung merapi menjadikan candi prambanan runtuh tinggal puing-puing batu yang
berserakan.
Pada tanggal 20 Desember 1953
pemugaran Candi induk Loro Jonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Dr.
Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia Pertama.
Komplek percandian prambanan terdiri
atas bawa, latar tengah dan latar atas (Latar Pusat) Latar bawah tak berisi
apapun. Didalam latar tengah terdapat reruntuhan candi-candi parawa. Latar
pusat adalah latar terpenting diatas berdiri 6 buah candi besar dan kecil.
Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang paling berhadapan.
Deret pertama yaitu candi Siwa,
candi Wisnu, dan candi Brahma. Deret kedua yaitu candi Nandi, candi Angsa dan
candi Garuda. Pada ujung lorong yang memisah kedua deretan candi tersebut
terdapat candi apit secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah
candi.
B. DESKRIPSI
BANGUNAN
Deskripsi bangunan percandian
prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang
makin ke arah dalam makin tinggi tempatnyaberturut-turut luasnya 390 m2
,222 m2, dan 110 m2. Di dalam latar tengah terdapat
reruntuhan candi Perwara. Apabila seluruhnya telah selesai di Pugar, maka aka
nada 224 buah candi yang ukuranya sama yaitu luas dasar 6 m2 dan
tingginya 14 m. candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang saling berhadapan.
Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Brahma. Deret kedua yaitu
Candi Nandi, Candi Angsa, Candi Garuda. Di ujung lorong yang memisahkan kedua
deretan candi tersebut terdapat candi apit. Delapan candi lainya disebut candi
Sudut. Secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi.
1. Candi
Siwa
Candi dengan luas dasar 34 Meter Persegi dan tinggi 47 meter
adalah yang terbesar dan terpenting. Dinamakan candi siwa karena di dalamnya
terdapat arsa SIWA MAHA DEWA yang
merupakan arca terbesar.bangunan ini di bagi atas 3 bagian secara vertical
kakitubuh dan kepala / atap, kaki candi menggambarkan “DUNIA BAWAH” tempat
manusia yang masih diliputi hawa nafsu, tubuh candi menggambarkan “DUNIA
TENGAH” tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawian dan atap melukiskan
“DUNIA ATAS” tempat para dewa. Gambar kosmos Nampak pula dengan adanya arca
dewa-dewa dan mhluk surgawi yang menggambarkan gunung Mahameru (G. Everest di India) tempat para
dewa. Percandian Prambanan merupakan replica gunung, itu terbukti adanya
arca-arca dewa lokapala yang terpahat pada kaki candi Siwa. Empat pintu masuk
pada candi itu sesuai dengan ke empat arah mata angin.
Pintu utama menghadap ke timur dengan pintu masuknya yang
terbesar. Di kanan kirinya berdiri 2 arca raksasa penjaga dengan membawa gada
yang merupakan manifestasi dari Siwa. Di dalam candi terdapat 4 ruangan yang
menghadap ke empat arah mata angin dan mengelilingi ruangan terbesar yang ada
di tengah-tengah. Kamar terdepan kosong, sedangkan ketiga kamar lainya
masing-masing berisi arca-arca : Siwa
Maha Guru, Ganesha, dan Durga. Dasar kaki candi di kelilingi selasar yang di
batasi oleh pagar langka. Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat
relief cerita Ramayana yang dapat di
ikuti dengan cara Pradaksira (Berjalan searah jarum jam) yang di mulai dari
pintu utama. Hiasan-hiasan pada dinding sebelah luar berupa “Kinari –Kinari” (
Mahluk bertubuh burung berkepala manusia) “Kalamakara” (kepala raksasa yang
lidahnya berwujud sepasang mitologi) dan mahluk surgawi lainya. Atap candi
bertingkat-tingkat dengan susunan yang amat komplek, yang masing-masing di
hiasi sejumlah “Ratna”dan puncaknya terdapat “Ratna” Terbesar.
a. Arca
Siwa Mahadewa
Menurut ajaran trimurti – Hindu.
Yang paling dihormati adalah dewa Brahma sebagai pencipta alam, kemudian Dewa
Wisnu sebagai pemelihara, dan Dewa Siwa sebagai perusak alam, tetapi di india
maupun Indonesia Siwa adalah yang paling terkenal, karenanya ada yang
menghormatinya sebagai mahadewa. Arca ini mempunyai tinggi 3 meter berdiri di
atas landasan batu setinggi 1 meter. Di antara kaki arca dan landasanya
terdapat batu Bundar berbeentuk bunga teratai. Arca ini menggambarkan Raja Balitung
tanda-tanda sebagai Siwa adalah tengkorak di atas bulan sabit pada mahkotanya,
mata ketiga pada dahinya, bertangan 4 berselempangkan ular kulit harimau di
pinggangnya serta senjata trisula pada sandaran arcanya. Tangan-tanganya
memegang kipas, tasbih, tunas bunga teratai dan benda bulat sebagai benih alam
semesta. Raja Balitung di kenal sebagai penjelmaan siwa sehingga setelah wafat
dicandikan sebagai siwa oleh keturunan dan rakyatnya.
b. Arca
Siwa Maha Guru
Arca ini berwujud seorang tua yang berjanggut
yang berdiri dengan perut gendut, tangan kananya memegang tasbih, tangan kiri
memegang kendi dan bahunya terdapat kipas. Semuanya adalah tanda-tanda seorang
pertapa. Tri sula yang terletak di sebelah kanan belakangnya menandakan senjata
khas siwa arca ini menggambarkan seorang pendeta alam dalam istana Raja
Balitung sekaligus seorang nasehat dan guru, karena besar jasanya dalam
menyebarkan agama Hindu-Siwa, maka dia di sebut salah satu aspek bentuk dari
siwa.
c.
Arca Ganesha
Arca ini berwujud manusia berkepala
gajah bertangan 4 yang sedang duduk dengan perut gendut. Tangan-tangan
belakangnya memegang tasbih dan kampak sedangkan tangan-tangan depanya memegang
patahan gadingnya sendiri dan sebuah mangkuk. Ujung belalainya di masukan
kedalam mangkuk itu yang menggambarkan bahwa ia tak pernah puas meneguk ilmu
pengetahuan. Penghalau segaka kesulitan pada mahkotanya terdapat tengkorak dan
bulan sabit sebagai tanda bahwa ia anak siwa dan uma istrinya. Arca ini
menggambarkan putra mahkota sekaligus panglima perang Raja Balitung.
d. Arca
Durga atau Loro Jonggrang
Arca ini berwujud seorang wanita
bertangan 8 yang memegang beraneka ragam senjata cakra, gada, anak panah, ekor
banteng, sankha, perisai, busur panah dan rambut berkepala raksasa Asura. Ia
berdiri di atas Banteng Nandi dalam sikap “TriBangsa” (Tiga Gaya Gerak yang
membentuk Tiga lekukan tubuh ) banteng nandi sebenarnya jelmaan dari Asura yang
menyamar dugar berhasil mengalahkanya dan menginjaknya sehingga dari mulutnya
keluarlah asura yang lalu ditangkapnya. Ialah salah satu aspek dari “SAKTI”
(isteri) Siwa. Menurut mitologi ia tercipta dari lidah-lidah api yang keluar
dari tubuh para dewa. Durga adalah dewi kematian maka arca ini menghadap ke utara
yang merupakan mata angin kematian. Sebenarnya arca ini sangat indah bila
dilihat dari kejauhan Nampak seperti hidup dan tersenyum namun hidungnya telah
dirusak oleh tangan-tangan jail. Arca ini menggambarkan permaisuri raja
balitung.
2. CANDI
BRAHMA
Luas dasarnya 20 meter persegi dan tingginya 37 meter. Di
dalam satu-satunya ruangan yang ada, berdirilah arca brahma berkepala 4 dan
bertangan 4. Arca ini sebenarnya sangat indah tetapi sudah rusak salah satu
tangannya memegang tasbih yang satunnya lagi emmegang “kamandalu” tempat air.
Ke empat wajahnya menggambarkan ke empat kitab suci Weda masing-masing
menghadap ke arah mata angin. Ke empat lengannya menggambarkan ke empat arah
mata angin. Sebagai pencipta ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air.
Tasbih menggambarakan waktu dasar kaki candi juga di kelilingi oleh selasar
yang di batasi pagar langkah dimana pada dinding langkah ceritera Ramayana dan
Relief serupa pada candi siwa sehingga tamat.
- CANDI WISNU
Bentuk ukuran relief dan hiasan dindingnya sama dengan candi
Brahma. Di dalam satu-satunya ruangan yang ada berdirilah arca wisnu bertangan
4 yang memegang gada, cakra, tiram pada dinding langkah sebelah dalam terpahat
relief cerita kresna sebagai “Avatar” atau penjelmaan wisnu dan balamara (Baladewa)
kakanya.
- CANDI NANDI
Luas dasarnya 15 meter persegi dan tingginya 25 meter. Di
dalam satu-satunya ruangan yang ada terbaring arca seekor lembu jantan dalam
sikap merderka dengan panjang + 2 meter. Di sudut belakangnya terdapat arca
dewa candra, candra yang bermata tiga berdiri di atas kereta yang ditarik oleh
7 ekor kuda. Candi ini sudah runtuh.
- CANDI ANGSA
Candi ini mempunyai satu ruangan yang tak berisi apapun.
Luas dasarnya 13 m2 dan tingginya 22 m. mungkin ruangan ini hanya di
pakai untuk kandang angsa hewan yang biasa di kendarai oleh Brahma.
- CANDI GARUDA
Di dalam satu-satunya ruangan yang ada, terdapat area kecil
yang berwujud seekor garuda diatas seekor naga, Garuda adalah kendaraan Wisnu.
7. CANDI
APIT
Luas dasarnya 6 m2 dengan tinggi 16 m. ruangan
ini kosong mungkin candi ini di gunakan untuk bersemedi sebelum memasuki
candi-candi induk.
- CANDI KELIR
Luas dasarnya 1, 55 m2 dengan tinggi 4,10 m.
Candi ini tidak mempunyai tangga masuk. Fungsinya sebagai penolak bala.
- CANDI SUDUT
Luas dasarnya 1,55 m2 dengan tinggi 4,10 m.
C. CANDI-CANDI
LAIN DI SEKITAR PRAMBANAN
1. CANDI
LUMBUNG, BRUBAH dan SEWU
Ketiga candi budha ini tinggal
reruntuhan kecuali candi sewu yang masih bias dinikmati keindahanya. Candi ini
terletak dalam Komplek Candi Prambanan
2. CANDI
PLAOSAN
Candi ini dibangun pada abad 9
Masehi oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah kepada permaisuri. Kelompok candi
Plaosan utara terdiri atas 2 candi induk, 58 parawa, 126 buah stupa. Kelompok
candi Plaosan selatan hanya berupa sebuah candi. Halaman candi induk terbagi 2
yang masing-masing diatasnya berdiri atas untuk tempat tinggal pada pendeta
budha dan tingkat bawah untuk kegiatan keagamaan.
3. CANDI
BOKO (Keraton Ratu Boko)
Letaknya + 3 km kearah selatan
dari percandian prambanan, terdiri dari atas bukit kidul yang merupakan
lanjutan dari pegunungan seribu dengan pemandangan alam yang permai
disekitarnya bangunan ini sangat unik, dan lebih mengesankan sebuah keratin.
Diperkirakan Balaputera Dewa dari denasti syailendra yang beragama budha.
Mendirikanya pada pertengahan 9 masehi sebagai benteng pertahanan yang
strategis terhadap Rakai Pikatan.
4. CANDI
BANYUNIBO
Candi ini terletak + 200 m
kearah tenggara dari candi Boko terdiri atas sebuah lembah “Banyu berarti air”
nibo berarti jatuh menetes yang bermakna bagi lingkungan masyarakat Jawa. Candi
budha ini didirikan pada abad 9 masehi. Arca-arca bodhisatwa terpahat pada
dinding luarnya dinding ini dihias dengan indah Biara Budha yang dibangun pada +
abad 8 Masehi ini terletak pada sisi kiri jalan raya Yogya – Solo, masuk +
500 m ke arah utara. Bangunan ini merupakan kumpulan dari candi yang hilang.
5. CANDI
KALASAN
Peninggalan agama tertua adalah
candi ini didirikan oleh penangkaran, Raja kedua dari kerajaan mataram kuno
pada abad 8 masehi sebagai persembahan kepada Dewi Tara Lengkung “Kalamakara
dengan hiasan khayangan diatasanya terdapat di pintu masuk begitu indah.
Keindahan hiasan dan relief-reliefnya disebabkan oleh penggunaan sejenis semen
kuno “Bajralepa” candi ini dianggap permata kesenian Jawa Tengah.
6. CANDI
SAMBISARI
Setelah terpendam selama
berabad-abad karena letusan gunung berapi pada bulan juli 1966 ditemukan kembali
secara kebetulan oleh seorang pentane yang tengah mengerjakan sawahnya. Pada
tahun 1986 telah selesai pugar keunikanya
ia terletak 6,5 m di bawah permukaan tanah dan tidak mempunyai kaki
candi yang sebenarnya. Bangunan terdiri atas sebuah candi induk dan 3 candi
pewarna yang tidak bertubuh maupun berkaki . pada sisi-sisi luar dinding candi
induknya terdapat relung-relung yang
berisi arca-arca. Didalam ruangannya terdapat Lingga dan Yoni, kedua
aspek dari siwa. Kesatuanya melambangkan totalitas dan kesuburan.
7. CANDI
SARI
“Sari” berarti indah/cantik sesuai
bentuknya yang ramping. Mungkin karena keindahannya yang menarik perhatian Ia
dinamakan demikian karena puncak atap berhias 9 stupa.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Puji syukur kami panjatkan kepada
Tuhan yang Maha Kuasa karena atas rahmat serta hidayahnya kami diberi
keselamatan dan dapat menyelesaikan pembuatan laporan karya tulis tentang Candi
Prambanan tanpa halangan suatu apapun. Yang terletak persis di perbatasan
Propinsi Jawa Tengah + 17 Km kea rah timur dari kota Yogyakarta.
Daerah ini merupakan daerah yang
mempunyai banyak sejarah sehingga tidak heran banyak wisatawan asing yang ingin
mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah Istimewa Yogyakarta terutama di
candi Prambanan yang berdiri di sebelah timur sungai Opak + 200 m
sebelah utara Yogya – Solo.
B.
SARAN-SARAN
Setelah kami berkunjung ketempat
rekreasi itu, kami mempunyai sedikit saran untuk tempat rekreasi yang
menyenangkan antara lain saran-saran
kami :
1.
Datangilah
tempat-tempat bersejarah yang ada didaerah Istimewa Yogyakarta agar dapat
menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejara-sejarah dan seni budaya
Indonesia.
2.
Sebagai
generasi penerus bangsa kita harus bergotong-royong menjaga keindahan alam kita.
3.
Kami
mengharapkan kerapihan dan kebersihan di Candi Prambanan tetap terjaga
makasih gan
ReplyDeleteBaguss
ReplyDeleteKlo bisa.. D tambah lagi mengenai malioboro ataupun wisata lain nys
ReplyDelete