Wednesday, September 15, 2021

Assalamu'alaikum, semoga hari ini sahabat bloggerku ini sehat semua ya..

MAKALAH CANDI BOROBUDUR

                                        


BABI
PENDAHULUAN
1.1.             Latar Belakang
        Perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan yang mengakibatkan banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan dan kemajuan suatu negara atau bangsa itu akan menantang setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Untuk mengimbangi perubahan kemajuan tersebut, setiap individu perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan dan penddidikan.
Karena itu, pemerintah giat melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan dalam upaya meningkatkan kecerdasan anak bangsa untuk mengimbangi kemajuan zaman.
Tujuan pendidikan tersebut tidak dapat dicapai tanpa dilengkapi dengan ilmu pengetahuan dan sarana pendidikan yang memadai. Demikian pula ilmu pengetahuan tidak dapat berkembang jika hanya dikemukan secara teori, sedangkan praktik serta data sebenarnya tidak diperlihatkan. Maka karya wisata ini merupakan salah satu bentuk usaha secara praktek untuk memperkaya wawasan pengetahuan siswa.
1.2.             Tujuan penelitian.
Adapun tujuan penelitian ini antara lain:
a)       Untuk memenuhi salah satu syarat memenuhi UjianNasional (UN).
b)       Untuk mengembangkan potensi dan minat yang ada pada diri penulis.
c)       Menambah pengetahuan tentang Candi Borobudur.
d)      Untuk melihat aktivitas perekonomian masyarakat sekitar candi Borobudur.
1.3.             Pembatasan Masalah.
Masih banyak masalah yang berhubungan dengan Candi Borobudur, maka dalam hal ini kami membatasi permasalahan mengenai ruang lingkup wilayah sebagai salah satu perekonomian masyarakat di sekitar Candi Borobudur.

1.4.             Hipotesis
Aktivitas perekonomian masyarakat sekitar Candi Borobudur adalah berdagang. Perdagangan itu diakibatkan oleh banyaknya pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan yang banyak berkunjung ke Candi Borobudur.
1.5.             Metode Penelitain dan Teknik Pengumpulan Data.
a)       Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu data kemudian diperoleh antara satu dengan yang diperoleh dari rumusan dan analisa, kemudian disuruh.
b)       Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data-data yang diperlukan, penulis menggunakan teknik dan data sebagai berikut:
·          Observasi, yaitu melihat langsung keadaan Candi Borobudur dan aktivitas masyarakat sekitar.
·          Wawancara, Yaitu mengadakan tanya jawab DENGAN Pemandu Wisata Candi Borobudur Dan shalat Seorang Pedagang pakaian khas
Jogja.
·          Study kepustakaan, yaitu belajar buku-buku yang ada hubungan dengan Candi Borobudur.
1.6.             Sistematika Penelitian.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
1.2. Tujuan Penulisan.
1.3. Pembatasan Masalah.
1.4. Hipotesis.
1.5. Metode Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data.
1.6. Sitematika Penulisan.




      BAB II PEMBAHASAN
2.1. TEORITIS TINJAUAN
2.1.1. Lokasi.
2.1.2. Arti Borobudur
                     2.1.3. Waktu Pemusatan
                     2.1.4. Hilangnya Candi Borobudur
                     2.1.5. Penemuan Kembali
                     2.1.6. Candi Borobudur sebagai Tempat Ibadah Sekaligus Tempat
                                Wisata
2.2. Aktivitas Masyarakat Sekitar Candi Borobudur
BAB III PENUTUP
             3.1. Kesimpulan
             3.2 Saran-saran
3.3 penutup
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PENULIS














BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Tinjauan Teoritis
2.1.1. Lokasi
 Borobudur berada di daerah yang dikenal dengan nama Kedu Selatan. Tepatnya berada di Kecamatan Borobudur, Daerah Tingkat II Kabupaten Magelang, 95 Km dari Ibukota Jawa Tengah, Semarang. Dari Yogyakarta berjaraj 42 Km. untuk mencapai Borobudur telah tesedia angkutan dari kota-kota disekelilingnya. Seperti Muntilan, Purworejo, atau langsung dari Yogyakarta dan Semarang.
Borobudur dibangun diatas bukit kecil yang diratakan. Dikelilingi bukit dan gunung-gunung besar, antara lain:
Sebuah.        Timur: Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.
b.       Barat Laut: Gunung Sumbing dan Gunung Sindiko.
c.        Utara: Tidar yang dikenal dengan sebutan Pakining Tanah Jowo.
d.       Selatan: Pegunungan Menoreh.
Sebelah Timur Candi Borobudur terdapat Candi Pawon dan Candi Mendut. Candi Pawon memiliki bilik dan tidak ada satupun patung didalamnya, sedangkan Candi Mendut merupakan tempat pemujaan.
2.1.2. Arti Borobudur
Berikut nama, arti Candi Borobudur menurut beberapa ahli sejarah:
1.        Soedirman
Dalam bukunya ”BOROBUDUR SALAH SATU KEAJAIBAN DUNIA” menjelaskan bahwa Borobudur berasal dari kata Boro dan Budur, Boro berasal dari bahasa Sansekerta “Vihara” yang artinya komplek candi dan Bihara atau asrama. Sedangkan Budur dalam bahasa Bali “Beduhur” yaitu atas. Jadi, Borobudur berarti asrama bihara yang terletak di atas bukit.
2.        Casparis
Menurutnya arti Borobudur diperoleh berdasarkan prasasti Sri Kahuluan tahun 824 M. dalam prasasti tersebut terdapat nama kuil “Bhumisambhara Budhara”. Jadi, kebenarannya Candi Borobudur adalah bangunan suci umat Budha.

2.1.3.       Waktu didirikan
Candi Borobudur dibangun oleh Wangsa Syailendra pada abad ke-8 dan pertengahan abad ke-9, terkenal sebagai abad keemasan Wangsa Syailendra.
Pada masa tersebut dibangun candi-candi yang berada dilereng-lereng gunung berdiri bangunan Hindu, sedangkan yang bertebaran didataran adalah bangunan Budha.
2.1.4.       Hilangnya Candi Borobudur
Sejak dibangun pada awal abad ke-8, Borobudur menjadi pusat penelitian dan pembangunan agama Budha. Seluruh rangkaian relief Borobudur berisi ajaran-ajaran agama Budha. Pada zaman itu Borobudur menjadi pusat perhatian dan dipuja sebagai bangunan suci. Namun itu tidak lama. Bersamaan dengan surutnya agama Budha, Borobudur ditinggal para pemeluknya. Setelah dinasti Syailendra lenyap, Borobudur tak ada kabar beritanya. Berabad-abad Borobudur kegelapan kegelapan, tidak ada tulisan atau berita mengenai Borobudur.
Borobudur tak terurus, bekas abu letusan gunung berapi menyelimuti Borobudur. Kemudian rumput dan pohon-pohon kecil mulai tumbuh. Pada akhirnya Borobudur menjadi gundukan semak belukar semak belukar. Menjadi tempat angker orang-orang takut untuk mendekat.
2.1.5.       Penemuan Kembali.
Pada awal abad ke-19, muncul lagi berita mengenai Borobudur. Waktu Inggris menguasai Jawa, Gubernur Jendral Inggris yang bernama Sir Stamford Raffles. Selama tahun 1811 sampai dengan tahun 1815, Raffles menerima laporan tentang keberadan candi besar, candi itu semak semak belukar.
Raffles lalu mengutus seorang perwiranya bernama HC Cornelius untuk mengunjungi candi besar itu, ternyata adalah Borobudur. Semak dibersihkannya, maka tampaklah sebuah candi besar dengan patung-patung Budha yang banyak sekali. Keadaan candi memang benar. Banyak bagia-bagian yang runtuh, banyak pula patung rusak, kepalanya patah, dan lengannya buntung
Sayang pemerintahan Inggris tak lama. Penelitian dan usaha memperbaiki Borobudur terbengkalai lagi. Namun sejak itu Borobudur mulai diperhatikan, dengan dibukanya oleh Raffles itu, banyak orang mengunjungi Borobudur.

2.1.6.       Candi Borobudur sebagai Tempat Ibadah Sekaligus Tempat Wisata.
Borobudur adalah lambang suci agama Budha. Selain itu juga menjadi lambang kebesaran dan kejayaan raja yang membangunnya. Kebesaran sebuah candi menunjukan kebesaran kekuasaan dan bakti raja kepada agamanya. Sebagai bangunan suci, Borobudur mempunyai fungsi:
Sebuah.        Lambang suci agama Budha.
b.       Monumen peringatan dan penghormatan kepada sang Budha.
c.        Tempat peribadatan agama Budha.
d.       Tempat menyimpan relief, yaitu benda-benda suci peninggalan dari sang Budha atau para bhiksu yang ternama.
Namun, dengan seiringnya perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan, Borobudur kini tidak digunakan sebagai tempat suci umat Bhuda saja tetapi fungsi Candi Borobudur sekarang antara lain:
Sebuah.          Menjadi salah satu daerah tujuan wisata bersejarah Internasional yang mampu menyumbangkan devisa negara.
b.         Sebagai pusat ilmu pengetahuan kepurbakaal dengan dibangunnya pusat Study Borobudur.
c.          Sebagai lahan usaha atau lapangan kerja bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur.
Maka jelaslah bahwa keberadaan Candi Borobudur sebagai tempat abadah hampir tergantikan posisinya menjadi tempat wisata dan tempat penelitian. Sebab pada zaman dulu Borobudur menjadi pusat upacara pemujaan pada setiap bulan purnama di bulan Mei dan dilangsungkan dengan upacara Waisak.
2.2.        Aktivitas Masyarakat Sekitar Candi Borobudur
Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, membuat masyarakat di sekitar candi menggunakan kesempatan tersebut untuk berwiraswasta dengan cara menjual hasil-hasil kerajinan tangan buatanya dilokasi sekitar candi.
Menurut  Eeng Ahmad MS  dalam bukunya Ekonomi untuk Kelas 3 penghargaan ”  Perdaganganadalah kegiatan tukar menukar atau transaksi jual beli antara 2 pihak atau lebih”  (Eeng Ahmad MS2002: 16). Dalam hal ini akan timbul interaksi antara penjual dan pembeli yang sering disebut dengan permintaan dan penawaran. Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga. Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada tingkat harga dan situasi tertentu.
Faktor yang mempengaruhi pendapatan para pedagang menurut salah seorang pedagang baju khas Yogya yaitu mbak Murtini adalah tergantung pada banyaknya pengunjung yang datang, dan keadaan sepeerti yang didasarkan oleh musim. Misalnya musim liburan, pertengahan tahun, dan musim anugerah hari besar terasa perubahannya.
Namun, ada juga faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan yaitu:
Sebuah.        Jenis barang yang ditawarkan.
Dengan beraneka jenis barang yang ditawarkan jenisnya homogen. Mulai dari pakaian, cenderamata berupa lukisan, gantungan kunci, kipas, manik-manik dan banyak lagi yang lainnya.
b.       Teknik Pemasaran.
Pelayanan terhadap konsumen khususnya pedagang kecil mungkin belumlah cukup baik, sehiangga budaya kurang memperhatikan kepentingan, kenyamanan dan kesehatan para konsumen. Teknik pemasaran yang mereka lakukan terhadap konsumen biasa saja. Ada yang pelayanannya ramah dan ada juga yang kurang ramah, tergantung pada karakter penjual itu sendiri.

c.        Lokasi
Lokasi yang strategis menjadi peluang emas bagi para pedagang untuk mengeruk keuntungan yang sebeser-besar. Namun hal itu juga terimakasih oleh tidaknya pengunjung.
d.       Musi kunjungan
Musim kunjungan merupakan faktor yang cukup penting, karena dengan adanya perubahan akan mempengaruhi para pengunjung. Misalnya pada musim liburan akan meningkat, pendapatan pedagangpun akan bertambah, begitu pula sebaliknya.

Selain perdagangan tadi, banyak pula pedagang jasa, di antaranya:
1.                      Penyedia Kebutuhan Pengunjung
Dapat diambil contoh hotel yang berdiri disekitar obyek wisata. Demikian juga restoran yang dapat dijumpai dengan tingkatan yang beragam, selain itu sarana telekomunikasi dan jasa pemandian umum.
2.                      Penyedia Kebutuhan Transportasi
Dapat diambil contoh travel, angkutan umum, ojek bahkan becak.
Penjualan jasa itu merupakan pendukung perekonomian dan perdagangan sekitar Candi Borobudur.
 Selain itu juga ada fasilitas lain yang telah disediakan yaitu berupa orang yang datang ke tempat wisata. Setiap rombongan sekolah maupun wisatawan lain yang memerlukan informasi tentang candi Borobudur selalu didampingi oleh seorang hadirin wisata. Tetapi untuk tiap sekolah yang jumlah muridnya sangat banyak, sebuah wisata itu masih dirasakan kurang, karena dengan menyampaikan informasi yang kurang cepat dan tidak begitu jelas terdengar, membuat informasi yang kami terima sangat sempurna.
Khusus dalam bidang perdagangan, penawaran yang mereka ajukan cukup beragam, ada yang sopan dan ada juga yang-maksa. Mungkin perbedaan itu yang membuat mereka mampu bertahan dengan persaingan yang semakin ketat.
Permintaan yang diajukan pengunjung beraneka ragam, ada yang terus minta harga yang murah hingga akhirnya membuat jengkel para penjual. Ini menunjukan adanya interaksi yang baik antara penjual dan pembeli yang menunjukkan adanya saling membutuhkan.


1 comment:

  1. Microtouch Titanium trim reviews for golfers
    Microtouch Titanium trim reviews for golfers · titanium iv chloride The first step to ford escape titanium 2021 get the titanium vs steel biggest scoop is to check out the titanium drill bit set top golfers I've played titanium knee replacement at the

    ReplyDelete